Beda Novel Spaceman of Bohemia vs Film Netflix

Beda Novel Spaceman of Bohemia vs Film Netflix

zoharmusic.com – Adam Sandler berhasil mencuri perhatian banyak penonton lewat film Spaceman (2024) di Netflix. Meskipun demikian, adaptasi ini memiliki nuansa yang sangat berbeda bagi mereka yang sudah membaca novel aslinya, Spaceman of Bohemia (2017).

Sutradara Johan Renck mengambil langkah berani dengan mengubah alur cerita secara signifikan. Ia mengubah satir politik yang tajam menjadi drama romansa yang melankolis. Berikutnya, kita akan membahas 5 beda novel Spaceman of Bohemia vs film Netflix yang paling mencolok agar Anda memahami perubahannya.

1. Sutradara Menghapus Karakter “The Shoe Man”

Pertama-tama, perbedaan terbesar terletak pada hilangnya karakter antagonis utama. Penulis novel, Jaroslav Kalfař, menghadirkan sosok “The Shoe Man” atau Pria Sepatu. Karakter ini menyiksa ayah Jakub di masa lalu dan kemudian meneror Jakub muda sebagai bentuk balas dendam.

Akan tetapi, versi film mengambil jalan lain. Tim produksi menghapus karakter ini sepenuhnya dari naskah. Oleh sebab itu, film ini lebih fokus menyoroti konflik batin Jakub dan rasa bersalahnya, daripada menampilkan ancaman fisik dari musuh masa lalu.

2. Status Kehamilan Lenka

Selain itu, penulis naskah juga mengubah dinamika hubungan Jakub dan Lenka (Carey Mulligan). Perubahan ini bertujuan menambah bobot emosional cerita.

Dalam novel, Lenka tidak sedang hamil saat Jakub pergi ke luar angkasa. Ia meninggalkan Jakub murni karena suaminya itu terlalu mementingkan ambisi pribadi. Sebaliknya, film menampilkan Lenka yang sedang hamil tua dan harus berjuang sendirian. Akibatnya, tindakan Jakub meninggalkan istrinya terasa jauh lebih egois dan tragis dalam versi film.

3. Perubahan Nada: Dari Satir ke Drama

Selanjutnya, mari bicara soal nada cerita. Jika Anda merasa filmnya terlalu serius, Anda pasti akan terkejut saat membaca bukunya. Novel asli menawarkan banyak humor gelap, absurditas, dan sindiran tajam terhadap politik Ceko.

Namun, film ini justru membuang elemen komedi tersebut hampir seluruhnya. Johan Renck lebih memilih pendekatan drama yang sunyi dan meditatif. Dengan demikian, beda novel Spaceman of Bohemia vs film Netflix ini menciptakan pengalaman menonton yang sangat kontras dengan pengalaman membaca bukunya.

4. Mengganti Rival Luar Angkasa

Kemudian, isu geopolitik dalam cerita juga mengalami pergeseran. Pada versi buku, Jakub harus bersaing ketat dengan kosmonaut dari Rusia. Hal ini tentu berkaitan erat dengan sejarah negara Ceko yang pernah berada di bawah bayang-bayang Uni Soviet.

Di sisi lain, film mengganti rival tersebut menjadi astronaut dari Korea Selatan. Perubahan ini menghilangkan ketegangan sejarah yang ada di buku. Film ini lebih memilih untuk menampilkan kompetisi teknologi murni tanpa melibatkan dendam politik masa lalu.

5. Ending yang Bertolak Belakang

Terakhir, bagian penutup cerita mengambil arah yang sangat berbeda. Novel mengakhiri kisah ini dengan nada yang lebih realistis dan pahit. Jakub selamat kembali ke Bumi, tetapi ia harus hidup sendiri karena Lenka menolak untuk kembali padanya.

Sementara itu, film memberikan harapan baru bagi penonton. Johan Renck menyisipkan adegan yang mengisyaratkan bahwa Lenka bersedia memberi kesempatan kedua. Jadi, versi film menawarkan sebuah rekonsiliasi cinta, bukan perpisahan abadi.

Kesimpulan

Kesimpulannya, memahami beda novel Spaceman of Bohemia vs film Netflix membantu kita mengapresiasi kedua karya tersebut secara terpisah. Novel menyajikan sindiran politik yang cerdas, sedangkan film menonjolkan puisi visual tentang kesepian dan penebusan dosa. Keduanya tetap memiliki kekuatan masing-masing dalam menceritakan kisah hidup Jakub Procházka.